SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE

https://doi.org/10.53952/jir.v10i2.416

Authors

  • Asman Hafiz Universitas Gunung Rinjani
  • Lalu Nurul Yaqin
  • Abdul Majid Junaidi Universitas Gunung Rinjani

Keywords:

Key Words: Speech Level, Sasak Language.

Abstract

This research is intended to describe the forms of Sasak language speech levels, with sub-focus, the domains of the Sasak Alus language (Base Alus) use in the Rarang Tengah community, the extent of the community concern in using and maintaining Sasak Alus language (Base Alus) at the Rarang Tengah community and the factors the lack of using Sasak Alus language (Base Alus) at Rarang Tengah community and the contexts that determine the usage of each. The data sources in this research are the community of Rarang Tengah community, namely children and parents living at Rarang Tengah community, Terara sub-district, East Lombok regency, NTB. This research method is qualitative; there are three steps applied: data collecting, data analysis, and result presentation. The results of this research indicate that there are three types of Sasak speech levels, namely, Bahasa Sasak Jamaq (ordinary), Bahasa Sasak Alus Madya (medium), and Bahasa Sasak Alus Utama (high). Several factors have affected the unfavorable use of Sasak speech levels in Rarang Tengah community. First, the environmental aspect is not conducive enough for people to use, hear, and practice the honorific Sasak Alus lexicon.  This is due to the assumption that Speech levels belong only to the Bangsawan aristocrat family members. Second, the number of noblemen's family members who use this variety is also decreasing. Third, the widespread use of Bahasa Indonesia in almost every domain of language use cannot be avoided to influence the young generation to communicate in it wherever possible. And fourth, the lack of will of children and lack of parents in controlling the children's communication last is the influence of electronic media and globalization

Keywords: Speech Level, Sasak Language, Sasak Culture

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tingkat tutur bahasa Sasak, dengan sub fokus, domain penggunaan bahasa Sasak Alus (Base Alus) pada masyarakat Rarang Tengah, sejauh mana kepedulian masyarakat dalam menggunakan dan memelihara bahasa Sasak Alus (Base Alus) pada masyarakat Rarang Tengah dan faktor-faktor kurangnya penggunaan bahasa Sasak Alus (Base Alus) pada masyarakat Rarang Tengah dan konteks yang menentukan penggunaan masing-masing. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Rarang Tengah yaitu anak-anak dan orang tua yang tinggal di Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, ada tiga langkah yang diterapkan dalam penelitian ini; pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis tingkat tutur Sasak, yaitu Bahasa Sasak Jamaq (biasa), Bahasa Sasak Alus Madya (sedang), dan Bahasa Sasak Alus Utama (tinggi). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan tingkat tutur bahasa Sasak yang kurang baik pada masyarakat Rarang Tengah. Pertama, faktor lingkungan yang kurang kondusif sehingga masyarakat dapat menggunakan, mendengar, dan mengamalkan leksikon kehormatan Sasak Alus. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa tingkat tutur hanya dimiliki oleh anggota keluarga bangsawan Bangsawan. Kedua, jumlah anggota keluarga bangsawan yang menggunakan varietas ini juga semakin berkurang. Ketiga, maraknya penggunaan bahasa Indonesia di hampir setiap ranah penggunaan bahasa tidak dapat dihindari untuk mempengaruhi generasi muda untuk berkomunikasi di dalamnya sedapat mungkin. Dan keempat, kurangnya kemauan anak dan kurangnya orang tua dalam mengontrol komunikasi anak, dan terakhir adalah pengaruh media elektronik dan globalisasi.

Kata kunci: Level Bahasa, Bahasa Sasak, Budaya Sasak



Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ase. 2006. “Pemakaian Bahasa Sasak Halus Berdasarkan Status Sosial Seb uah

Studi Kasus Di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah (Skripsi)”. Mataram: FKIP UMM.

Azhar, Muhammad. 1996. Reramputan Pelajaran Basa Sasak, untuk kelas 5 SD. Klaten: PT Intan Pariwara 2002. Reramputan Pelajaran Basa Sasak, untuk kelas 4 SD. Klaten: PT Intan Pariwara.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Clynes, A. (1995). Old Javanese influence in Balinese: Balinese speech styles. Dalam T. Dutton& D.T. Tryon (eds.). Language contact and change in the Austronesian world Berlin, New York: Mouton de Gruyter.

Ciptoprawiro, Abdullah. 1986. Filsafat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Fajri, Em Zul dan Ratu Aprilia Senja Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Difa Publisher.

Mahsun. 2007. Metode Penelitian Bahas:, Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya

(Edisi Revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Mahyuni, dkk. 1992. “Unggah-ungguh Bahasa Sasak (Laporan Penelitian)”. Mataram: FKIP UNRAM.

Prihartini, Ariyani. 2006. “Pengaruh Makna Tingkat Tutur Dalam Bahasa Sasak dan Hubungannya Dengan Nada Pilihan Bahasa Masyarakat Desa Sakra Kabupaten Lombok Timur (Skripsi)”. Mataram: FKIP UNRAM.

Rahardi, Kunjana. 2001. Sosiolinguistik, Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: PustakaPelajar.

Sumarsono dan Paina partana. 2007. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda.

Mahyuni, 2007. Valuing Language andCulture: An Example from Sasak.Retrieved from Journal. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP,Universitas Mataram.

Austin P. & Nothofer B "The history of speech levels in Sasak, eastern Indonesia: Department of linguistic, SOAS, 2012. Web. 29 Dec. 2013

Syahdan. 2000. "Code-Switching The Speech of Elite Sasak "in Peter K. Austin (2000) Working papers in Sasak ;Volume 2 University of Melbourne.

Azhar, Muhammad Lalu, 1996. Reramputan Bahasa Sasak. Mataram Aksara Sasak.

Subhan, Bustami, 2004. Psycholinguistics, Sociolinguistics and Semantics ( An Interdisciplinary Approach). LPPDMF.

Junaidi, Abdul Majid, 2016. The Forms of Address of the Sasak Community in Using Sasak Speech Levels in Keruak Community Journal Ilmiah Rinjani _Universitas Gunung Rinjani Vol 4.

Yaqin, L. N. 2020. Sasakologi: Politeness Research in Sasak. LPPM Universitas Gunung Rinjani.

Yaqin, L. N., & Shanmuganathan, T. (2018). The Non-Observance of Grice's Maxims in Sasak. 3L: Southeast Asian Journal of English Language Studies, 24(2).

Yaqin, L. N., & Shanmuganathan, T. (2020). Politeness Strategies of The Pembayun (s) in The Bride-Kidnapping Practices of Sasak Culture. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities, 28(1).

Yaqin, L. N., Seken, K., & Suarnajaya, W. (2013). An analysis of Pembayuns speech acts in Sorong Serah ceremony of Sasak marriage: A ritualistic discourse study. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia, 1.

Yaqin, L. N. (2018). Kuasa Bahasa Perempuan Sasak: Sebuah Analisis Dispositio Rhetoric Hj. Wartiah. Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani, 6(2), 224-239.

Yaqin, L. N., Shanmuganathan, T., Fauzanna, W., Mohzana, M., & Jaya, A. (2022). Sociopragmatic parameters of politeness strategies among the Sasak in the post elopement rituals. Studies in English Language and Education, 9(2), 21.

Hafifah. (2009). Tingkat tutur bahasa Sasak pada masyarakat Tanak Awu, Kecamatan Pujut. Skripsi, FKIP Universitas Mataram.

Nothofer, B. (2000). A preliminary analysis of the history of Sasak language level. Dalam P.K.Austin (ed.). Sasak: Working Papers in Sasak, hlm.57-84. Department of Linguistics and Applied Linguistics, The University of Melbourne.

Published

07/30/2022

Most read articles by the same author(s)