THE FORMS OF ADDRESS OF THE SASAK COMMUNITY IN USING SASAK SPEECH LEVELS IN KERUAK COMMUNITY

https://doi.org/10.53952/jir.v4i1.175

Authors

  • ABDUL MAJID JUNAIDI

Keywords:

Address, Sasak Language, Sasak Speech Levels.

Abstract

This research is intended to describe the types of Sasak speech levels, the phonological,
morphological, and lexical variations, and the contexts that determine the usage of each
type of Sasak speech levels. There are three steps applied in this research; data
collecting, data analysis, and result presentation. The data are taken through in-depth
interview method by employing recording and note-taking techniques. The data are also
gathered from some literary sources as well as the writer’s insight and understanding as a
native speaker of Sasak people in Keruak Community.The results of this research indicate
that there are three types of Sasak speech levels, namely, bahasa Sasak Jamaq
(intimate/ordinary), bahasa Sasak Alus Madya (medium/moderate), and bahasa Sasak
Alus Utama (high). Several factors are addressed to have affected the unfavorable use of
Sasak speech levels among the youths. First, there is the environment factor, which is not
conducive enough to allow people to use to hearing and practicing the honorific Sasak
lexicon. This is due to the assumption that Speech levels belong only to the bangsawan
aristocrat family members. Second, the numbers of the noblemen family members who
use this variety are also decreasing. Third, the widely use of Bahasa Indonesia in almost
every domain of language use cannot be avoided to influence the young generation to
communicate in it wherever possible. And fourth, it appears that the time allotment to the
teaching of Sasak as local content in the school curriculum does not allow covering the
teaching of the speech level.
Key Words: Address, Sasak Language, Sasak Speech Levels.

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan; jenis tingkat tindak tutur, aspek
fonologi, morfologi, dan variasi leksikal tindak tutur bahasa Sasak, dan konteks yang
menentukan penggunaan setiap jenis tingkat tutur Sasak. Ada tiga langkah strategis yang
diterapkan dalam penelitian ini, yaitu, pengumpulan data, analisis data, dan presentasi
analisis data. Data yang diambil melalui metode wawancara dengan merekam dan
mencatat. Data juga dikumpulkan dari beberapa sumber sastra, wawasan penulis, dan
pemahaman sebagai pembicara asli orang Sasak di desa Keruak. Penelitian ini
menunjukkan bahwa ada tiga jenis tingkat tutur bahasa Sasak yaitu bahasa Sasak Jamaq,
Alus Madya (sedang), dan Alus Utama (tinggi). Beberapa faktor yang ditujukan
mempengaruhi penggunaan bahasa Sasak di antara pemuda. Pertama, faktor lingkungan
yang tidak kondusif untuk memungkinkan orang untuk menggunakan leksikon Sasak. Hal
ini disebabkan asumsi bahwa tingkat tindak tutur hanya milik para bangsawan. Kedua,
jumlah anggota keluarga bangsawan yang menggunakan varietas ini juga menurun.
Ketiga, banyak penggunaan Bahasa Indonesia di hampir setiap domain penggunaan
bahasa tidak bisa dihindari untuk mempengaruhi generasi muda untuk berkomunikasi
dimanapun. Dan keempat, tampaknya saat penjatahan pada ajaran Sasak sebagai konten
lokal dalam kurikulum sekolah tidak diimplementasikan.
Keywords: Nama Panggilan, Bahasa Sasak, Tingkat Tindak Tutur

Downloads

Download data is not yet available.

Published

03/03/2020