KARAKTERISTIK PETANI DAN KERAGAAN USAHATANI JAGUNG (Zea mays) LAHAN KERING BERIKLIM KERING (LKBK) DI KECAMATAN PRINGGABAYA

Authors

  • Muhammad Anwar Universitas Gunung Rinjani
  • Rini Endang Prasetyowati Universitas Gunung Rinjani

Keywords:

farm performance, zea mays, dry land, Pringgebaya district

Abstract

The corn commodity can grow in various agricultural agro-ecosystems, one of which is dry land with a dry climate. Pringgebaya Subdistrict has the potential for dry land with a dry climate reaching 6,624 ha (23.50 percent) of the total dry land area in East Lombok Regency.

This study aims to determine the description of the characteristics of farmers and the performance of corn farming. Dry land with dry climate in Pringgebaya District, East Lombok Regency.

The method used is a descriptive survey. Determination of the research location using purposive sampling technique on farmers who are trying to plant corn in dry climate dry land in Pringgabaya District of East Lombok Regency.

The number of respondents was determined by quota sampling, namely 40 respondents, then the selection of respondents used accidental sampling techniques. Additional data related to descriptions, technology packages and management of dry land farming with dry climates were obtained from key informants from the Field Officer of Pringgebaya Integrated Agricultural Service Unit. The farm data used are the planting season data for 2019/2020.

Characteristics of the age of farmers are mostly at the productive age (87,5%) with the age range of 25 - 62 years, the level of formal education is dominated by junior high school education (40%), the number of family dependents is < 4 people (77.5%) with the category of small dependents, broad arable land at medium scale is 0.5-1 hectare per person (47.5%). The use of labor that is poured into corn farming in dry land with dry climates of Pringgebaya District is an average of 40-55 HOK / ha of Rp. 3,160,000 (42.5%) dominated by female agricultural workers / laborers. The use of fertilizer and pesticide production factors is 26.1% (Rp. 1,936,070) The use of production factors (irrigation, land rent, depreciation of agricultural machinery, and taxes) is 18.3% (Rp. 1,360,000).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung Purwanto dan Budi Muhammad Taftazani, 2018. Pengaruh Jumlah Tanggungan Terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Pekerja K3L Universitas Padjadjaran. Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 1 No: 2 Hal: 33- 43

Amar K. Zakaria dan Dewa K.S. Swastika, 2004. Keragaan Usahatani Petani Miskin Pada Lahan Kering Dan Sawah Tadah Hujan (Studi Kasus Di Kabupaten Temanggung). Pusat Analisis Sosek dan Kebijakan Pertanian, Balitbang Departemen Pertanian. Bogor

Anny Mulyani dan Mamat H.S. 2019. Pengelolaan Lahan Kering Beriklim Kering untuk Pengembangan Jagung di Nusa Tenggara. Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 13 No. 1, Juli 2019: 41-52. ISSN 1907-0799

BPS NTB. 2011. Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2010. BPS Provinsi NTB.

BPS Kabupaten Lombok Timur, 2018. Kabupaten Lombok Timur Dalam Angka 2018. BPS Kabupten Lombok Timur. Selong.

Budy Wiryono, Suwati dan Muliatiningsih, 2018. Teknologi Peningkatan Produksi Utama Dan Brangkasan Jagung Dengan Penggunaan Varietas Unggul Dan Kompos Pada Lahan Kering Di Nusa Tenggara Barat. [Ulul Albab LPPM UMMAT]. ISSN 2621-7716 Vol. 22 No. 1 Januari 2018, Hal. 13-19.

Dian Kartika, 2020. Info Terbaru Daftar Harga Jagung Per Kg di Berbagai Wilayah Indonesia. https://harga.web.id/info-daftar-harga-jagung-per-kg-di-berbagai-wilayah-indonesia.info.

Harwan Sagita Yardi, 2016. Analisis Pendapatan Rumahtangga Petani Lahan Kering Di Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. [Jurnal UNRAM]. Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

Herawati dan Syafruddin, 2018. Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Hibrida Pada Pemupukan Kalium Di Lahan Kering. Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros-Provinsi Sulawesi Selatan. Seminar Nasional IV PAGI 2018 – UMI. http://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/semloknaspagiiv/article/download/55/55

Ika Nurmala Sari dan Yohanes Geli Bulu. 2015. Analisis Usahatani Jagung Pada Pertanian Lahan Kering Di Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Proseding Seminar Nasional. Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BPTP).

Margaretha Sadipun Lalu dan Syuryawati, 2017. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Usahatani Jagung Di Lahan Sawah Dan Lahan Kering. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Vol. 20, No.1, Maret 2017:81-90

Minardi, 2016. Optimalisasi Pengelolaan Lahan Kering Untuk Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan. Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Tanah Pada Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. https://core.ac.uk/download/pdf/12345853.pdf.

Nikmah, A., Fauziyah E., Rum M. 2013. Analisis Produktivitas Usahatani Jagung Hibrida di Kabupaten Sumenep. [Agriekonomika] Vol. 2 No. 2. Fakultas Pertanian Universitas Trunojoya Madura. Madura.

Nurhasikin. 2013. Penduduk Usia Produktif dan Ketenagakerjaan. http://kepri.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=144.

Subagyo H, Suharta N, Siswanto AB. 2000. Tanah-Tanah Pertanian di Indonesia. Halaman 21-66. Dalam Adimihardja A, Amien I, Agus F, Djaenudin D (Eds.). Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Syafruddin, 2015. Keragaan Budidaya Jagung Pada Lahan Kering Di Tingkat Petani Dan Perbaikannya Di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Serealia Tahun 2015, Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Syuryawati, 2013. Keragaan Usahatani Jagung Hibrida Dengan Sistem Tanam Di Lahan Kering. Seminar Nasional Serealia, 2013. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Purnadi, A. 2017. Studi Perbandingan Efisiensi Ekonomi Usahatani Jagung Hibrida dan Usahatani Jagung Komposit di Kecamatan Manggalewa Kabupaten Dompu. [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Mataram.

Umi Barokah, Masyhuri, Lestari Rahayu Waluyati, dan Slamet Hartono, 2015 Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Lahan Kering Di Kabupaten Karanganyar. JSEP Vol 8 No. 2 Juli 2015 hal 40-46.

Widiatmoko, T. dan Supartoto. 2002. Penerapan teknologi tanpa olah tanah (TOT) dalam upaya pengendalian gulma pada sistem tumpangsari jagung/kedelai. Jurnal Agrin, vol. 5(11): 38-44.

Wiwit Rahayu, Umi Barokah, dan Rhina Uchyani Fajarningsih, 2020. Strategi Pengembangan Usahatani Jagung Pada Lahan Kering Di Kabupaten Wonosobo. [Jurnal Agrisep]. Vol. 19 No. 1 Maret 2020 Hal: 207-218|207. DOI: 10.31186/jagrisep.19.1.207-218

Published

01/29/2021

Most read articles by the same author(s)