KELAYAKAN USAHATANI TEMBAKAU RAKYAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Authors

  • RIZAL AHMADI

Keywords:

Pendapatan, kelayakan, tembakau rakyat

Abstract

Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat penting bagi
Indonesia. Komoditas ini di samping sebagai penghasil devisa negara dan cukai, juga dapat
menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Salah satu jenis tembakau yang memiliki nilai
ekonomis yang cukup baik adalah tembakau rakyat. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian
ini adalah a). Untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan dalam usahatani tembakau
rakyat di di Kabupaten Lombok Timur, b).Untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani
tembakau rakyat di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lombok
Timur, karena merupakan salah satu sentra pengembangan tembakau rakyat di Propinsi
Nusa Tenggara Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive yaitu Desa Tebaban dan
Bagek Payung untuk Kecamatan Suralaga,dan Desa Suela dan Ketangga untuk Kecamatan
Suela, dengan pertimbangan bahwa Desa dan Kecamatan tersebut memiliki (1) paling
banyak petani yang mengusahakan tembakau rakyat, (2) luas lahan terbesar dalam
usahatani tembakau rakyat, serta (3) jumlah produksi tembakau rakyat terbesar. Hasil
penelitian menunjukan bahwa rata-rata produksi tembakau rakyat basah di Kabupaten
Lombok Timur sebesar 5.970,20 Kg/Ha/Mt dan nilai produksi sebesar Rp.
19.403.150/Ha/MT. Dengan total biaya produksi sebesar Rp. 15.713.770/Ha/MT dengan
demikian rata-rata keuntungan petani pada usahatani tembakau rajangan di Kabupaten
Lombok Timur sebesar Rp. 3.689.380/Ha/MT. Sedangkan Hasil uji kelayakan pendapatan
usahatani tembakau rakyat di daerah penelitian diperoleh rasio antara rata-rata Nilai
produksi dan rata-rata Total biaya produksi sebesar 1,23. Dengan demikian artinya bahwa
usahatani tanaman tembakau rakyat oleh petani responden di daerah penelitian di
Kabupaten Lombok Timur secara ekonomi layak untuk diusahakan.
Kata Kunci : Pendapatan, kelayakan, tembakau rakyat

Tobacco is one of the commodities that are very important for Indonesia. These commodities
in addition to foreign exchange and excise tax also can absorb large labor. One type of
tobacco that has a pretty good economic value is tobacco farming. The aim of this study was
a). To determine the amount of costs and revenue in tobacco farming in East Lombok, b) to
determine the feasibility of community tobacco farm in East Lombok. The study was
conducted in East Lombok regency, because it is a center of community tobacco
development in West Nusa Tenggara Province. The choice of location was purposively Desa
Tebaban and Bagek Payung for the District of Suralaga, and Suela Village and Ketangga for
the District of Suela, with the consideration that the village and the district has (1) most
farmers who cultivate tobacco farming, (2) the largest farms in tobacco farming, and (3) the
largest number of community tobacco production. The results showed that the average of wet
tobacco production in East Lombok district at 5970.20 Kg/Ha/MT and production value is Rp.
19.40315 /ha/MT. The total production cost of Rp. 15.71377 /ha/MT thus the average benefit
of the farmers in the chopped tobacco farming in East Lombok is Rp. 3.68938 /ha/MT. While
the results of reasonability test of tobacco farming income in the region were obtained the
ratio between the average value of production and the average total cost of production of
1.23. Thus that the farming of tobacco plants by farmers in the research area in East
Lombok is economically feasible to be developed.
Keywords : Income, Reasonability, Tobacco

Downloads

Download data is not yet available.

Published

03/03/2020