ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Authors

  • RIZAL AHMADI

Keywords:

keuntungan, kelayakan, jagung hibrida

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya
dan pendapatan petani pada usahatani jagung hibrida di Kabupaten Lombok Timur,
serta Untuk mengetahui kelayakan usahatani jagung hibrida di Kabupaten Lombok
Timur. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Timur dimana dari 20
kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur secara Purposive Sampling diambil
2 kecamatan sebagai daerah penelitian yaitu Kecamatan Pringgabaya dan
Wanasaba, dengan pertimbangan bahwa kedua kecamatan tersebut memiliki luas
panen terluas, produksi dan produktivitas tertinggi. Sedangkan dari kedua kecamatan
tersebut masing-masing kecamatan diambil 2 (dua) desa sebagai daerah sampel
penelitian secara Purposive Sampling yaitu desa Lb. Lombok dan desa Pohgading,
untuk kecamatan Pringgabaya, dan desa Wanasaba dan desa Karang Baru untuk
kecamatan Wanasaba. Penentuan desa tersebut dilakukan secara “ Purposive
Sampling “. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dimana secara
finansial biaya yang dikeluarkan dalam usahatani jagung hibrida di kabupaten Lombok
Timur sebesar Rp. 18.577.000/Ha/MT dan total nilai produksi sebesar Rp.
22.750.000 /Ha/MT, sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 4.173.000,- Per
hektar per musim tanam. Sedangkan Dari hasil perhitungan R/C Ratio didapat nilai
sebesar Rp. 1,22,- yaitu lebih besar dari 1. Ini menunjukkan bahwa usahatani jagung
hibrida di kabupaten Lombok Timur secara finansial layak dikembangkan.
Kata Kunci : keuntungan, kelayakan, jagung hibrida

The aim of this study was to determine the costs and income of farmers in the
cultivation of corn hybrids in East Lombok, as well as to determine the feasibility of
hybrid maize farming in East Lombok. This research was conducted in East Lombok
district where of the 20 districts in East Lombok is purposive sampling taken two
districts as the research area is the District Pringgabaya and Wanasaba, considering
that both these districts have the largest harvested area, production and highest
productivity. While both these districts each district were taken two (2) village as a
sample area of research is purposive sampling, namely the village of Lb. Lombok and
villages Pohgading, for Pringgabaya districts, and villages Wanasaba and Karang
Baru for Wanasaba districts. Determination of the village is done in a "purposive
sampling". The results obtained from this study is that financial costs incurred in the
farming of corn hybrids in East Lombok regency Rp. 18.577 million / ha / MT and total
production value of Rp. 22.75 million / ha / MT, in order to obtain profit of Rp. 4.173
million, - per hectare per cropping season. While From the calculation of R / C Ratio
obtained a value of Rp. 1.22, - which is greater than 1. It shows that farming corn
hybrids in East Lombok district is financially feasible to be developed.
Keywords: benefit, eligibility, corn hybrids

Downloads

Download data is not yet available.

Published

03/09/2020