ANALISA PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN KERING DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

https://doi.org/10.12345/jir.v5i2.147

Authors

  • RINI ENDANG PRASETYOWATI

Keywords:

Usahatani Jagung, Biaya, Pendapatan dan Kendala

Abstract

Perkembangan produksi jagung di Kabupaten Lombok Timur mengalami fluktuasi begitu pula dengan produksi yang ada di Kecamatan Pringgabaya. Umumnya tingkat kesejahteraan petani jagung pada lahan kering sering dikaitkan dengan keadaan usahatani yang dapat dicerminkan dalam pendapatan petani pada kegiatan usahatani jagung . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan kendala-kendala yang dihadapi petani pada usahatani jagung di Kecamatan Pringgabaya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Penentuan Kecamatan Pringgabaya sebagai daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposiv sampling) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Pringgabaya memiliki produksi jagung tertinggi di Kabupaten Lombok Timur, Desa Sample terdiri dari Desa Gunung Malang, Desa Seruni Mumbul dan Desa Labuhan Lombok. Penentuan jumlah petani resonden dilakukan dengan “Quota Sampling” sebanyak 30 petani responden. Penentuan petani responden pada masing-masing desa sample dilakukan secara “Proporsional Random Sampling”. Selanjutnya pendapatan usahatani jagung dianalisis menggunakan rumus pendapatan, sedangkan kendala-kendala yang dihadapi petani dianalisis menggunakan diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi petani sebesar Rp. 8.770.326 perluas lahan garapan, total penerimaan petani sebesar Rp. 16.599.666 perluas lahan garapan sehingga total pendapatan petani mencapai Rp. 7.829.340 perluas lahan garapan .Selanjutnya kendala utama yang dihadapi petani adalah serangan hama dan masalah irigasi.
Kata Kunci: Usahatani Jagung, Biaya, Pendapatan dan Kendala

The development of maize production in East Lombok has fluctuated as well as the existing production in Kecamatan Pringgabaya. Generally, the level of welfare of corn farmers on dry land is often associated with farming conditions that can be reflected in farmers' income on corn farming activities. The purpose of this study is to determine the income and constraints faced by farmers in corn farming in District Pringgabaya. This research was conducted in Pringgabaya District, East Lombok regency. The determination of Pringgabaya sub-district as a research area is purposive (purposive sampling) with the consideration that Pringgabaya District has the highest corn production in East Lombok Regency, Sample Village consists of Desa Gunung Malang, Seruni Mumbul Village and Labuhan Lombok Village. Determination of the number of farmers resonden done with "Quota Sampling" as many as 30 farmers respondents. The determination of the respondent farmers in each sample village was done by "Proportional Random Sampling". Furthermore, the income of maize farming is analyzed using income formula, while the constraints faced by farmers are analyzed using descriptive qualitative. The results showed that the total production cost of farmers is Rp. 8,770,326 extending the arable land, total farmers' receipts of Rp. 16,599,666 expands the farming land so that the total income of farmers reaches Rp. 7,829,340 extending the land. The next major obstacle faced by farmers is pests and irrigation problems.
Keywords: Maize Farming, Cost, Income and Constraints

Downloads

Download data is not yet available.

Published

02/18/2020