FENOMENA PENGEMIS DI KOTA MATARAM: STUDI KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG STRATEGI BERTAHAN HIDUP PENGEMIS DI KECAMATAN SEKARBELA KOTA MATARAM

https://doi.org/10.53952/jir.v10i2.421

Authors

  • Rizwan Rizkiandi Mataram University
  • Muktasam Universitas Mataram
  • Muhammad Arwan Rosyadi

Keywords:

Phenomenon, Beggars, Social Construction, Survival Strategy

Abstract

The study entitled “The Phenomenon of Beggars in the City of Mataram: Study of Social Construction on the Beggars Surviving Strategies in Sekarbela Subdistrict, Mataram City”. This study used a qualitative research method with a phenomenological approach and used the thinking framework of Peter L. Berger and Thomas Luckmann (1966) on Social Construction, and Erik Snel and Richard Staring (2001) on Survival Strategy as a analitical tool with several sociological concepts that are relevant to the study. Informants were sellected through purposive sampling and snowball sampling techniques. Based on the results of the study, the emergence of beggars is caused by two factors, namely the pushing factors and the pull factors. The development of beggars in Sekarbela Subdistrict, Mataram City is not spared from the formation of knowledge that is constructed based on experiences, the influence of the closest person and the social environment of the perpetrators. The results of the knowledge about the activities of begging or ‘alms keeper’ then bring out actions and behaviors that have been as survival strategies to meet their needs and survival. The survival strategies of beggars in the community environment both in the scope of other beggars and also the community at large is carried out mutual respect between beggars, mutual protection, collective action and manipulative actions that are carried out socially. Economically, beggars make an effort to carry out one type of work (single survival strategy), which is as beggars and carry out various survival strategies besides begging to be able to survive in meeting their needs.

Keywords: Phenomenon, Beggars, Social Construction, Survival Strategy

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan perilaku pengemis, faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya pengemis, makna mengemis bagi para pengemis dan proses konstruksi sosial terkait strategi bertahan hidup pengemis  di lingkungan sosial Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan kerangka pemikiran Peter L. Berger dan Thomas Luckmann (1966) tentang Konstruksi Sosial serta Erik Snel dan Richard Staring (2001) tentang Strategi Bertahan Hidup sebagai pisau analisis dengan beberapa konsep sosiologi yang relevan dengan kajian penelitian. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa munculnya pengemis disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor penarik. Perkembangan pengemis di Kecamatan Sekarbela Kota Mataram ini tidak luput dari terbentuknya pengetahuan yang dikonstruksi berdasarkan pengalaman, pengaruh orang terdekat dan lingkungan sosial pelaku. Hasil dari pengetahuan tentang aktivitas mengemis atau ‘penunggu sedekah’ tersebut kemudian memunculkan tindakan serta perilaku yang digunakan sebagai strategi bertahan hidup guna memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan hidupnya. Strategi bertahan hidup pengemis dalam lingkungan masyarakat baik di lingkup para pengemis lainnya dan juga masyarakat secara luas dilakukan saling menghargai antar pengemis, saling melindungi, tindakan kolektif dan tindakan manipulatif hal tersebut dilakukan secara sosial. Secara ekonomi, pengemis melakukan upaya dengan menjalankan satu jenis pekerjaan (single survival strategy) yakni sebagai pengemis dan menjalankan berbagai jenis pekerjaan (multiple survival strategies) selain mengemis agar mampu bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhannya.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abercrombie, Nicholas., Stephen Hill dan Bryan S. Turner. 2010. Kamus Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmad, Maghfur. “Strategi Kelangsungan Hidup Gelandangan-Pengemis (Gepeng)”, Jurnal Penelitian Dosen Syari’ah STAIN Pekalongan, VII (November, 2010), Hal 1-16.

Ayu, Sri Risky. 2017. Tinjauan Sosiologis Terhadap Pengemis YangMengganggu Ketertiban Umum Persfektif Hukum Islam(Studi Kasus Di Kota Makassar). Tidak Diterbitkan. Fakultas Syariah dan Hukum. UIN Alauddin Makassar: Makassar.

Badan Pembinaan Hukum Nasiona diakses dari https://bphn.go.id/, diakses pada tanggal 10 Juni 2019 pada jam 14.23 WITA

Badan Pusat Statistik (BPS) diakses dari https://mataramkota.bps.go.id/, diakses pada tanggal 15Juni 2019 pada jam 20.45 WITA.

Dinas Komunikasi dan Informatika diakses dari http://diskominfo.mataramkota.go.id/, diakses pada tanggal 15Juni 2019 pada jam 21.15 WITA.

Direktoral Jendral Rehabilitasi Sosial diakses dari https://www.kemsos.go.id/content/peraturan-pmks, diakses pada tanggal 12 Juni 2019 pada jam 09.47 WITA.

Fitri MS, Yunia. 2016. Modal Sosial dan Strategi Bertahan Hidup di Keluarga Anak Putus Sekolah Perkotaan. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Lampung: Bandar Lampung.

Ritami, Eci, Hartoyo. “Peran Modal Sosial Dalam Memperkuat Strategi Bertahan Hidup Penambang Batu (Studi Kasus di Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Sumatra Selatan)”, Jurnal Sosiologi, XVIII (2015), Hal 115-122.

Kuswarno, Engkus. 2009. Fenomenologi: Fenomena Pengemis Kota Bandung. Bandung: WidyaPadjajaran.

Moloeng, Lexy J. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Soetomo.2015. Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharto, Edi. 2014. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama.

Published

07/30/2022