TARI RUDAT ANAK LEMBAH GUNUNG RINJANI

https://doi.org/10.53952/jir.v10i2.417

Authors

  • Mohzana Universitas Hamzanwadi
  • Hary Murcahyanto Universitas Hamzanwadi
  • Ainul Faizin Universitas Hamzanwadi

Keywords:

bentuk, fungsi, makna gerak, Tari Rudat

Abstract

This study aims to describe the structure of the form, meaning, and function of motion in the Rudat Dance of the Selaparang Anak Lembah Gunung Rinjani in Aik Dewa Village, Kec. Pringgasela. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative research form. The data in this study were observational data, documentation, and oral data from interviews. The data sources in this study were visuals of Rudat dance, videos, and informants. The technique used in this research is observation technique, documentary study, and interview. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and data conclusion. The results of this study show that the movement of the Rudat Dance in the Selaparang Anak Lembah Gunung Rinjani has 10 forms of structure ranging from the Beronjong movement to the Apologizing movement and each has a different meaning. The function of this Rudat dance is as a medium of propaganda, a means of entertainment or spectacle, and a means of education.

Keywords: form, function, the meaning of motion, Rudat dance

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur bentuk, makna, dan fungsi gerak pada Tari Rudat Sanggar Selaparang Anak Lembah Gunung Rinjani di Desa Aik Dewa Kec. Pringgasela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data obsevasi, dokumentasi dan data lisan hasil wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah visual tarian Rudat, video, dan informan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, studi dokumenter dan wawancara.  Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Hasil dari penelitian ini bahwa gerak Tari Rudat di Sanggar Selaparang Anak Lembah Gunung Rinjani memiliki 10 struktur bentuk mulai gerak Beronjong sampai dengan gerakan Meminta maaf dan masing-masing memiliki makna yang berbeda. Fungsi tari Rudat ini adalah sebagai media dakwah, sarana hiburan atau tontonan, dan sarana pendidikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Çakiroğlu, İ., & Levendoğlu, N. O. (2020). Türk Müziği Tarih Yazımında Avrupa Merkezci ve Milliyetçi İdeolojilerin Mehter Örneklemi Üzerindeki Yansımaları. Itobiad: Journal of the Human & Social Science Researches, 9(1).

Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2017). Research methods in education. Routledge.

Dipoyono, A. (2018). Revitalisasi Seni Pertunjukan Tradisional Ketoprak Di Surakarta. Lakon Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/lakon/article/view/3001

Ghony, M. D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 61.

Hafiz, A., Murcahyanto, H., Muzakkar, A., & Husna, H. (2020). Dekultrasi Bentuk Pertunjukan Musik Hadrroh. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 3(2), 182–188.

İnce, A. (2013). The “Mehter March” of Cultural Policy in Turkey. L’Europe En Formation, 1, 75–92.

Irianto, H., & Bungin, B. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Lestari, A. T. (2017). Nilai Karakter Seni Bernuansa Islami (Seni Rudat) di Tasikmalaya. publikasiilmiah.ums.ac.id. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/9585

Marijo, M. O. D. S. F. M. (2019). Pribadi Orang Sasak Dalam Teater Tradisional Kemidi Rudat Lombok. Jurnal Elementary: Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar, 2(2), 34–38. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/elementary.v2i2.1298

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif.

Murahim, N. F. N. (2019). Nilai-Nilai Budaya Sasak Kemidi Rudat Lombok: Perspektif Hermeneutika. Mabasan, 5(2), 287891.

Murcahyanto, H., Imtihan, Y., Mohzana, M., & ... (2021). Teknik Vokal pada Kesenian Burdah. … Sejarah Dan Riset ….

Murcahyanto, H., Mohzana, M., & Fahrurrozi, M. (2021). Dampak Media Sosial terhadap Kegiatan Kesenian Mahasiswa. JOEAI: Journal of Education and Instruction, 4(1), 223–232.

Murcahyanto, H., Saputra, B. E., Triyanto, M., Mas’ud, L., Mulyaningsih, R. R. S. S., Hamdani, S., & Rasyad, A. (2021). Pemertahanan Kesenian Rudat Sasak Di Lombok. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 8(2), 215–226. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.31571/sosial.v8i2.2811

Öztürk, O. M. (2010). Mehter Musikisi. Grafiker Yayıncılık, Ankara.

Purnomo, H., & Subari, L. (2019). Manajemen Produksi Pergelaran: Peranan Leadership dalam Komunitas Seni Pertunjukan. JURNAL SATWIKA, 3(2), 111–124. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/satwika.v3i2.9951

Rahmi, I. F. (2020). Model solidaritas sosial dalam pemaknaan seni pertunjukan rudat: Penelitiian pada pelaku seni pertunjukan rudat di Desa Subang Kecamatan Subang kabupaten Kuningan. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Rice, E. (1999). Representations of Janissary music (mehter) as musical exoticism in western compositions, 1670–1824. Journal of Musicological Research, 19(1), 41–88.

RM, L. A. (2019). Seni Pertunjukan Tradisional di Persimpangan Zaman: Studi Kasus Kesenian Menak Koncer Sumowono Semarang. HUMANIKA. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/view/13642

Rosadi, M. (2016). Seni Rudat Sururol Faqir: Sejarah dan Fungsinya Pada Masyarakat Desa Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Penamas, 29(3), 465–474.

Saragih, E. Y. (2018). Eksisteni Seni Pertunjukan Tradisional Opera Batak. repository.unj.ac.id. http://repository.unj.ac.id/id/eprint/1171

Soeriadiredja, P. (2016). Fenomena kesenian dalam studi antropologi. Denpasar: Udayana Press.

Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Suharsaputra, U. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan tindakan. Bandung: Refika Aditama.

Sulistiani, S. (2018). Pertunjukan Wayang Kulit Di Televisi: Pemertahanan Kesenian Tradisional Di Era-globalisasi. PADMA, 11(1).

Walliman, N. (2017). Research methods: The basics. Routledge.

Wisnawa, K. (2020). Seni Musik Tradisi Nusantara. books.google.com. https://books.google.com/

Yudarta, I. G., & Haryanto, T. (2021). Eksistensi Kesenian Rebana Gending Desa Langko Dalam Masa Pandemik Covid-19 Di Lombok. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1460

Yudarta, I. G., & Pasek, I. N. (2015). Revitalisasi Musik Tradisional Prosesi Adat Sasak Sebagai Identitas Budaya Sasak. Segara Widya: Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar, 3, 369.

Yaqin, L. N., Shanmuganathan, T., Fauzanna, W., Mohzana, M., & Jaya, A. (2022). Sociopragmatic parameters of politeness strategies among the Sasak in the post elopement rituals. Studies in English Language and Education, 9(2), 21.

Yaqin, L. N., & Shanmuganathan, T. (2020). Politeness Strategies of The Pembayun (s) in The Bride-Kidnapping Practices of Sasak Culture. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities, 28(1).

Yusuf, A. M. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Prenada Media.

Published

07/30/2022