PENGARUH INDUKSI HORMON 17β-ESTRADIOL DAN 17α- METILTESTOSTERON TERHADAP NISBAH KELAMIN BETINA IKAN BADUT Amphiprion ocellaris
Keywords:
ikan badut, feminisasi, hormon, 17β-estradiol, 17α- metiltestosteronAbstract
Ikan badut Amphiprion ocellaris merupakan spesies ikan hias ekspor yang banyak diminati, namun faktanya 90% ikan hias air laut yang dihasilkan berasal dari penangkapan di alam. Kebutuhan akan ikan badut harus diimbangi dengan kegiatan budidayanya agar tidak terjadi eksploitasi secara terus menerus di alam. Penelitian ini terdiri dari sembilan perlakuan dengan tiga kali ulangan. Masing-masing perlakuan dipelihara dua ekor ikan badut dalam satu akuarium. Salah satu ikan disuntik hormon 17β-estradiol dan satu ekor lagi disuntik hormon 17α-metiltestosteron dengan dosis yang masing-masing sudah ditentukan. Dosis hormon 17β-estradiol yang digunakan pada masing-masing perlakuan adalah 0.1, 0.2, 0.3, 0.4 μg g-1 bobot ikan sedangkan dosis 17α-metiltestosteron yang digunakan adalah 2.5 dan 4 μg g-1 bobot ikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian hormon 17α-metiltestosteron 4 mg kg-1dan 17β-estradiol 0.2, 0.3, 0.4 mg kg-1 dapat menghasilkan seekor betina dan satu ekor jantan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa jumlah individu betina yang dihasilkan dalam kelompok ikan badut lebih dipengaruhi oleh hirarki sosial dibandingkan dengan stimulasi hormon.