PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BERBASIS PROYEK MINIATUR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM KELAS X SMA NEGERI 1 AIKMEL

Authors

Keywords:

Pengembangan Media, Pembelajaran Visual, Proyek Miniatur, Hasil Belajar

Abstract

 

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah 1)Mengembangkan media pembelajaran berbasis proyek miniature dengan menggunakan plastisin pada materi ekosistem kelas X SMA Negeri 1 Aikmel. 2)Mengetahui tingkat kevalidan media pembelajaran berbasis proyek miniature dengan menggunakan plastisin pada materi ekosistem kelas X SMA Negeri 1 Aikmel. 3)Mengetahui tingkat keefektifan media pembelajaran berbasis berbasis proyek miniature dengan menggunakan plastisin pada materi ekosistem kelas X SMA Negeri 1 Aikmel. 4)Mengetahui tingkat kepraktisan media pembelajaran berbasis proyek miniatur dengan menggunakan plastisin pada materi ekosistem kelas X SMA Negeri 1 Aikmel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menguji keefektifan produk dan untuk menghasilkan produk tertentu. Adapun produk yang dihasilkan dari penelitian ini, yaitu media pembelajaran 3 dimensi berisi ekosistem dan diperkecil, yaitu media proyek miniatur. Hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; 1)Media pembelajaran visual berbasis proyek miniatur pada materi ekosistem dengan mengacu pada model pengembangan 4D yang terdiri dari beberapa tahap,yaitu define (Pendefenisian), design (perancangan), development (pengembangan) dan disseminate (penyebaran), 2)Media pembelajaran visual berbasis proyek miniatur pada materi ekosistem dikategorikan layak atau  valid untuk digunakan karena memperoleh nilai rata-rata 3,64. 3)Media pembelajaran visual berbasis proyek miniatur pada materi ekosistem memiliki tingkat krpraktisan dalam kategori positif yang diperoleh dari angket respon siswa yaitu 3,23. 4)Media pembelajaran visual berbasis proyek miniatur pada materi ekosistem dikategorikan efektif , karena 90,6% peserta didik mendapatkan nilai tuntas.

Published

2022-04-25